Bahasa Jepang Sarjana Pascasarjana Untuk semua orang yang ingin belajar di Jepang…

  1. Profil Universitas
  2. Fakultas
  3. Program Pascasarjana
  4. Informasi Ujian Masuk
  5. Kehidupan Kampus
  6. Pertukaran Internasional
  7. Program Bahasa Jepang Intensif Untuk Mahasiswa Asing

Kehidupan Kampus - Suara Mahasiswa Asing (Alumni)

Wei-Chen Yang (Taiwan)

Wei-Chen Yang
T Mengapa Anda memiliki minat dengan Jepang?
J Ayah saya kapten kapal dari perusahaan pelayaran Evergreen dari Taiwan. Oleh karenanya, sejak saya kecil, saya sering mendapat oleh-oleh dari berbagai negara dari ayah. Di antara oleh-oleh itu, saya paling suka dengan alat tulis dan kue-kue dari Jepang. Mulai dari SMP saya sangat menyukai komik Jepang dan mengidolakan Johnny. Karena itu pula saya ingin mencoba pergi ke Jepang. Begitu lulus SMA, saya meminta izin kepada orang tua untuk melanjutkan pendidikan ke Jepang.
T Apa alasan Anda memilih Program Bahasa Jepang Intensif Untuk Mahasiswa Asing (IJLP) Universitas Takushoku di antara universitas-universitas lain di Jepang?
J Saat memutuskan belajar ke Jepang, teman Ayah saya mengenalkan saya dengan seseorang yang telah lebih dulu belajar di Universitas Takushoku. Dari senior tersebut saya banyak mendengar berbagai macam hal tentang Jepang dan Universitas Takushoku. Karena teman ayah saya yang juga menjadi penjamin saya merekomendasikan Universitas Takushoku, maka saya memutuskan masuk ke Bekka (IJLP) Universitas Takushoku.
T Setelah menyelesaikan Bekka (IJLP), mengapa Anda meneruskan ke Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Politik dan Ekonomi Universitas Takushoku?
J Saya belajar di Jepang karena ingin tahu lebih banyak tentang Jepang. Sejak masih di Bekka (IJLP), saya sudah mencari tahu mata kuliah di setiap fakultas. Di Jurusan Ilmu Politik ada mata kuliah Sejarah Politik Jepang, Sejarah Ekonomi Jepang, Teori Politik Internasional, Teori Ekonomi Internasional, dan sebagainya. Jadi tidak hanya tentang Jepang, namun saya ingin belajar seperti apa Jepang melihat cakupan internasional. Karena itu saya memutuskan melanjutkan ke Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Politik dan Ekonomi.
T Di Universitas Takushoku, apa yang Anda pelajari dan apa yang terpatri dalam diri Anda?
J Pengetahuan khusus sudah pasti saya dapatkan. Namun yang paling memberikan pengaruh besar bagi saya adalah saat masuk ke “Asrama Seikyo”, sebuah asrama wanita. Asrama Seikyo pada saat itu satu kamar diisi dua orang, sehingga saya memiliki teman sekamar. Dua orang dengan budaya dan kebiasaan hidup yang sama sekali berlainan tinggal bersama di kamar seluas 6 tatami. Meskipun kami juga pernah berselisih paham, namun teman sekamar saya itu kemudian menjadi sahabat saya hingga sekarang dan hingga sekarang pun kami masih saling berhubungan. Meskipun pada saat itu penghuni Asrama Seikyo sedikit, namun hubungan di antara semua penghuni terjalin baik, dan bagi saya yang seorang mahasiswa asing, saya menjadi dapat belajar bahasa Jepang serta budaya dari setiap daerah di Jepang.
Kemudian, pada tahun ke-2 di asrama, saya, seorang mahasiswa asing, diberi amanat menjadi ketua asrama. Meskipun dalam hati saya merasa tidak layak menjadi ketua asrama dan penunjukan itu seperti dipaksakan, namun rekan-rekan seangkatan di asrama mendorong saya, sehingga saya menerima untuk mencoba menjalankan amanat tersebut. Berkat menjadi ketua asrama, kepercayaan diri bahwa jika kita lakukan kita akan bisa serta jiwa kepemimpinan pun menjadi melekat pada diri saya.
T Apa alasan Anda meneruskan ke program pascasarjana (Program Pascasarjana Ekonomi) dan apa tema penelitian Anda di program pascasarjana?
J Saya memutuskan meneruskan ke program pascasarjana, karena saya ingin menjadi dosen. Dari awal, bukan hanya S2, tetapi saya juga ingin mengambil S3. Karena itu saya masuk di kelas seminar Profesor Tsuchiana yang sudah memiliki hingga dua gelar S3. Tema tesis S2 adalah penelitian terkait dengan asuransi nasional Taiwan dan tema tesis S3 saya adalah penelitian terkait kebijakan kesejahteraan untuk masyarakat lanjut usia.
T Apa alasan Anda menggeluti pekerjaan Anda saat ini?
J Saya dulu memiliki mimpi sederhana. Ibu saya seorang guru TK. Mimpi saya saat masih TK adalah menjadi guru TK. Saat SD, mimpi saya berubah, ingin menjadi guru SD. Saat saya SMP pun begitu. Saya ingin menjadi guru SMP. Saat saya SMA, mimpi saya sedikit membesar, saya ingin menjadi kepala sekolah SMA. Saya belajar di Jepang, kemudian mengambil S3, dan saya telah memutuskan menjadi dosen di universitas.
T Seperti apa pengaruh Universitas Takushoku bagi Yang Sensei? Mengapa Anda berpikir “Karena saya masuk ke Universitas Takushoku, maka ada saya seperti sekarang"?
J Sejak bergabung di universitas yang sekarang, saya membimbing tim mahasiswa. Tim kami ikut serta dalam innovation & venture competition. Kami tidak saja menjadi juara di antara seluruh universitas di Taiwan, tetapi juga menjadi juara dunia di kompetisi internasional. Saya merasakan besar sekali pengaruh saat saya menimba ilmu di Universitas Takushoku dan masuk di asrama, sehingga saya sekarang dapat membimbing tim juara dunia.
Di Universitas Takushoku, tidak hanya belajar pengetahuan khusus, namun saya juga belajar mengenai kondisi dan budaya Jepang. Sejak masuk Asrama Seikyo, saya menjadi memiliki teman orang Jepang, Dan berkat ditunjuk menjadi ketua asrama, saya menjadi memiliki kepercayaan diri serta mampu dengan baik mengkoordinir orang-orang. Selain itu, di Universitas Takushoku ada mahasiswa asing dari berbagai negara. Meskipun berbeda negara, sesama mahasiswa asing ini sering berinteraksi sehingga dapat saling memperluas perspektif internasional.
10 tahun berada di Universitas Takushoku telah membawa pengaruh besar bagi saya. Saya sangat merasakan “Karena saya masuk ke Universitas Takushoku, maka ada saya seperti sekarang”. Semasa di tingkat II program sarjana, mewakili rekan-rekan mahasiswa, saya pernah menulis kata-kata sambutan bagi para mahasiswa yang baru masuk. Di dalamnya saya menulis, “Sekarang ini saya bangga terhadap Universitas Takushoku dan suatu saat nanti saya akan menjadi kebanggaan Universitas Takushoku”. Hingga sekarang pun saya masih ingat kata-kata yang saya tulis itu. Saya akan terus berusaha hingga suatu saat dapat menjadi kebanggaan Universitas Takushoku.
Nama:
Wei-Chen Yang
Kebangsaan:
Taiwan
Riwayat Hidup:
  • April 1990 : Masuk Program Bahasa Jepang Intensif Untuk Mahasiswa Asing (IJLP) Universitas Takushoku
  • Maret 1991 : Selesai Program Bahasa Jepang Intensif Untuk Mahasiswa Asing (IJLP) Universitas Takushoku
  • April 1991 : Masuk Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Politik dan Ekonomi Universitas Takushoku
  • Maret 1995 : Lulus dari Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Politik dan Ekonomi Universitas Takushoku
  • April 1995 : Masuk Program Pascasarjana Ekonomi Universitas Takushoku
  • Maret 1997 : Selesai Program Pascasarjana Ekonomi Universitas Takushoku
  • April 1997 : Masuk Program Doktoral Ekonomi Universitas Takushoku
  • Maret 2000 : Menyelesaikan Program Doktoral Ekonomi Universitas Takushoku Tanpa Gelar
  • Maret 2001 : Meraih gelar Doktor dari Program Doktoral Ekonomi Universitas Takushoku
  • Agustus 2000 : Menjadi staf pengajar di Fakultas Bisnis Internasional Southern Taiwan University of Science and Technology
  • Agustus 2001 : Menjadi profesor pendamping di Fakultas Bisnis Internasional Southern Taiwan University of Science and Technology (hingga sekarang)

SOKHIB MADAMINOV (UZBEKISTAN)

SOKHIB MADAMINOV
T Mengapa Anda dulu berminat ke Jepang?
J Karena dulu saya belajar bahasa Jepang, pertama kalinya ke Jepang, saya sekedar ingin pergi saja. Namun setelah sampai di Jepang, saya menjadi suka.
T Anda masuk ke Jurusan Bahasa Jepang Tashkent State University of Oriental Studies di negara Anda, Uzbekistan, dan pada tahun kedua Anda mendapat kesempatan mengikuti pertukaran mahasiswa selama 1 tahun di Universitas Tsukuba. Pada saat Anda kembali datang ke Jepang, apa alasan Anda memilih berkuliah di Universitas Takushoku?
J Saya memutuskan masuk ke Universitas Takushoku setelah mendengar ada jurusan bisnis internasional, di sana banyak mahasiswa asing, dan kampusnya bersih.
T Kehidupan mahasiswa seperti apa yang Anda dapatkan di Universitas Takushoku?
J Saya mendapatkan kehidupan mahasiswa yang sempurna. Terutama saya belajar banyak hal melalui interaksi dengan para dosen.
T Mengapa Anda dulu berkeinginan bekerja di perusahaan Jepang?
J Karena saya merasa perusahaan Jepang itu menjanjikan untuk masa depan.
T Anda bekerja apa saat ini?
J Saya menjadi manajer toko di sebuah mini market.
T Apa target Anda di masa depan?
J Saya ingin membuka mini market (convenience store) di Uzbekistan atau di Rusia.
T Universitas Takushoku telah memberi pengaruh seperti apa pada diri Anda? Hal apa yang membuat Anda berpikir “Karena saya masuk ke Universitas Takushoku, maka saya ada sekarang”?
J Menjadi terbiasa hidup di Tokyo, memiliki banyak teman, dapat bekerja di mini market terkemuka karena dukungan kerja yang luar biasa, semuanya berkat Universitas Takushoku.
T Apa pesan-pesan Anda bagi siswa asing yang ingin belajar di sini?
J Sebelum belajar di Jepang, sebaiknya belajarlah bahasa Jepang terlebih dulu di negara asal, baru kemudian datang ke Jepang.

Kehidupan Kampus

  1. Asrama
  2. Dukungan Hidup
  3. Dukungan Bekerja
  4. Acara-acara
  5. Suara Mahasiswa Asing (Masih Kuliah)
  6. Suara Mahasiswa Asing (Alumni)
  7. Keseharian Mahasiswa Asing (Baya Hidup 1 Bulan) 1 Orang
  8. Sekitar Kampus Bunkyo
  9. Sekitar Kampus Internasional Hachioji
  1. Kebijakan Privasi (bahasa Jepang)
  2. Kebijakan Situs

Copyright © 2014 TAKUSHOKU UNIVERSITY All Rights Reserved.